GENERASI MILENIAL, PERKULIAHAN, DAN NILAI

Oleh:

Wahyudin Darmalaksana

Saat ini terlahir generasi milenial yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ada banyak penelitian tentang karakteristik generasi ini. Secara umum generasi tersebut ditandai oleh kreatifitas yang dihasilkan dari akses yang cepat terhadap pengetahuan praktis. Karakteristik lainnya adalah generasi baru ini memiliki waktu lebih sedikit untuk fokus pada suatu subjek. Generasi ini cenderung cepat beralih fokus terhadap subjek kebaruan lain yang ditawarkan oleh kecerdasan dunia artikulatif secara gencar melalui informasi. Generasi milenial gemar berkolaborasi antar-sebaya membentuk komunitas inovasi di mana media sosial memberikan ruang yang luas secara efektif. Tentu saja masih terbuka peluang yang sangat lebar untuk dilakukan penelitian terkait gejala generasi milenial.

Dunia pendidikan tinggi telah menciptakan arus peminat yang deras. Serbuan peminat pendidikan tinggi sangat bombastis. Sebagian beruntung diterima di pendidikan tinggi dan sebagian yang lainnya tidak mendapat kesempatan untuk duduk di bangku kuliah. Sebagian peminat tidak berhasil diterima di pendidikan tinggi pilihan utama. Sehingga mengambil pendidikan tinggi pilihan kedua. Sebagian peminat pendidikan tinggi berhasil diterima di program studi utama. Tidak sedikit dari peminat tersebut diterima di program studi pilihan kedua atau pilihan ketiga. Memang kesempatan masuk dunia Pendidikan tinggi untuk duduk di bangku perkuliahan tampak sangat kompetitif dengan persaingan yang ketat.

Kesempatan duduk di bangku kuliah merupakan harapan orang tua akan peluang masa depan. Orang tua sangat menaruh harapan besar terhadap pendidikan tinggi untuk membawa generasi masa depan dalam prestasi, kebermanfaatan ilmu, dan keberhasilan. Menurut laporan, pendidikan tinggi se-dunia menanggung beban 40% tunggakan uang kuliah. Oleh karena itu, pendidikan tinggi sangat agresif mengupayakan beasiswa, mengajukan dana publik dari pemerintah, dan bersaing untuk peroleh dana sponsor. Tidak sedikit peserta didik tidak tamat menyelesaikan program kuliah untuk menjadi sarjana karena berbagai hambatan di antaranya ketidaksiapan ekonomi. Tentu hal ini sangat disayangkan meskipun kenyataannya terus meningkat setiap tahun.

Bisnis program studi adalah kurikulum, strategi pembelajaran, pengajaran efektif, pelatihan riset dan partisipasi masyarakat, skill pendamping ijazah, dan akreditasi. Dia menjadi sistem dengan barometer yang terukur untuk menjamin proses dan output yang berkualitas melalui pengendalian dan evaluasi dalam mewujudkan pengalaman yang terbaik. Program studi akan memiliki standar kemajuan, keunggulan, dan daya saing. Dunia pendidikan tinggi memiliki fokus terhadap riset, inovasi, dan pengembangan. Tugas utama pendidikan tinggi adalah sumber daya manusia (SDM) ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Program studi akan melahirkan sarjana sesuai kualifikasi tujuan, misi, dan visi pendidikan tinggi. Sejalan dengan visi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu SDM Unggul Menuju Indonesia Maju.

Nilai kualitatif tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan nilai kuantitatif. Dipahami pula bahwa nilai kuantitatif adalah kuantifikasi dari kualitatif. Nilai bersifat abstrak namun eksplisit dan konkrit. Dia menjadi landasan berpikir kritis, pengendali emosi, dan instrument kreatifitas. Nilai memastikan peserta didik mempunyai akses terhadap teori-teori besar, cerdas dalam metodologi efektif, berkesempatan melaksanakan penempaan skill, berpikir kritis dan inovatif, memperoleh kemajuan tiap semester, berprestasi, lulus menjadi sarjana tepat waktu, peroleh kemudahan memasuki lapangan kerja dalam tempo waktu yang tidak terlalu lama setelah lulus menjadi sarjana, atau lanjut studi kejenjang lebih tinggi, dan berintegritas memegang nilai tertanam dari seluruh proses di pendidikan tinggi. Nilai akan bergantung kepada service terbaik administrasi akademik pendidikan tinggi.

Generasi milenial akan membutuhkan berbagai hal baru. Teori baru, metode baru, dan praktek baru. Pendidikan tinggi berperan mengkonkritkan nilai creative thinker bagi kesiapan generasi milenial menghadapi tantangan baru untuk masa depan kesejahteraan negara.  

Penulis adalah, akademisi UIN SGD Bandung

332total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *