Religious studies and Sustainable Development

Pada abad ke 20 sains dan teknologi sangat menentukan dalam agenda pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pada abad ke 21 ini terdapat gejala baru berkenaan dengan pengaruh agama dalam agenda tersebut. Pew Research Center (2017) melaporkan, sekitar 84% dari populasi dunia berafiliasi dengan agama.

Pembangunan berkelanjutan mensyaratkan nilai-nilai yang diambil dari teori nilai-nilai sosial. Seiring dengan kemajuan teknologi artifisial, segala kemajuan baru tercipta mendisrupsi konstruksi lama. Namun, kemajuan-kemajuan baru tersebut dinilai rentan akan pondasi dasar. Saat ini pembangunan berkelanjutan dihadapkan pada tantangan ketidakpastian.

Dari dulu agama berusaha mempromosikan nilai-nilai dan telah berusaha mengoprasionalkan nilai-nilai tersebut untuk mempengaruhi teori nilai sosial. Dari pada itu, teori nilai sosial sangat getol dalam memberikan pengaruh terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Tantangan hari ini adalah bagaimana nilai-niai dari agama memberikan pengaruh terhadap teori nilai-nilai sosial untuk selanjutnya menjadi “aksiologis” dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

Aksiologis dipahami sebagai nilai-nilai inti. Dia terkait dengan ontologi –termasuk kosmologi, tujuan manusia (antropologi) dan visi masyarakat (bagaimana masyarakat diorganisasikan atau berfungsi). Tatangan akademiknya adalah peran agama sebagai norma dan transendensi-diri (spiritual) diekspresikan melalui keterhubungan dengan semua itu.

Adalah pendidikan tinggi agama Islam memiliki peran sentral. Saat ini berbagai himpunan yang mendeklarasikan sebagai komunitas global memberikan peluang kepada pendidikan tinggi (akademik) untuk memikirkan kembali teori nilai-nilai sosial. Dengan demikian, pendidikan tinggi agama Islam memiliki peluang untuk melakukan studi agama (Islam) dari perspektif akademik atau bahasa lain dari perspektif ilmiah dan/atau perspektif pendidikan tinggi. Subjek yang paling mendesak adalah studi yang menghubungkan Islam, nilai-nilai social, dan pembangunan berkelanjutan.

Bandung, 24 September 2019
Wahyudin Darmalaksana

2175total visits,3visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *