GUNA MEMPERKUAT PROGRAM KEMITRAAN, LP2M ADAKAN BIMBINGAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENGABDIAN

Bandung (12/3/2020), Pengabdian pada masyarakat merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tidak hanya itu,  pengabdian sering disebut sebagai puncaknya dunia akademik, yang merupakan implementasi kebermanfaatan dari ilmu yang dicari dan ditumbuhkembangkan. Meski pada saat yang sama perhatian pada aspek ini belum sebanding dengan Tri Dharma lainnya. Namun upaya meningkatkan aspek relevansi dan kebermanfaatan pengabdian terus dilakukan oleh LP2M UIN SGD Bandung, salah satunya dengan terus mengembangkan program kerja sama dan kemitraan dengan pihak luar.

Pelayanan Bimbingan Penyusunan Proposal Pengabdian, Selasa, 10 Maret 2020

Guna mendukung dan memperkuat program kemitraan tersebut, diperlukan upaya bersama-sama dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pengabdian UIN SGD Bandung agar berdaya saing. Diantaranya, upaya meningkatkan kemampuan dosen pengabdi dalam menyusun proposal pengabdian, melalui Layanan Bimbingan Penyusunan Proposal Pengabdian pada Masyarakat, untuk minggu ini sudah diselenggarakan pada hari Selasa, 10 Maret 2020 dan Kamis, 12 Maret 2020.

 Menurut Kapus PKM, Dr. H. Aep Kusnawan, M. Ag. “Adanya Layanan tersebut terdorong oleh hadirnya sejumlah peluang pengabdian yang ditawarkan oleh sejumlah sponsorship, yang mensyaratkan pengajuan proposal kompetitif. Diantaranya, tawaran dari Astra,  Pertides, Kompak, Pemda, serta CSR berbagai perusahaan. Karena itu LP2M menginisiasi, layanan bimbingan penyusunan proposal pengabdian”.

Arahan Ketua LP2M dan Kapus PKM terkait pelayanan bimbingan penyusunan proposal pengabdian, Selasa, 10 Maret 2020

Adanya Layanan tersebut terdorong oleh hadirnya sejumlah peluang pengabdian yang ditawarkan oleh sejumlah sponsorship, yang mensyaratkan pengajuan proposal kompetitif. Diantaranya, tawaran dari Astra,  Pertides, Kompak, Pemda, serta CSR berbagai perusahaan. Karena itu LP2M menginisiasi, layanan bimbingan penyusunan proposal pengabdian

“Layanan tersebut guna memberi peluang lebih besar bagi para dosen pengabdi untuk dapat memanfaatkan peluang sponsorship dengan baik. Dengan begitu diharapkan, keterbatasan alokasi anggaran pengabdian dari pemerintah akan terbantu dengan adanya kesempatan memperoleh dana CSR atau bantuan kemitraan. Sehingga diharapkan gairah mengabdi kepada masyarakat semakin meningkat”, jelasnya. Lebih lanjut Kapus PKM juga menerangkan, “Adanya Layanan bimbingan penyusunan proposal pengabdian ini juga sebagai bagian dari arti penting adanya “Rumah Pengabdian” LP2M, sebagai ajang saling memberi dan menerima, memotivasi serta saling bekerjasama untuk kemajuan bersama”.

Pada kesempatan tersebut, yang didaulat sebagai pembimbingnya adalah Dr. Lia, Dosen Saintek, yang juga peraih bantuan dari Astra tahun berjalan. Melalui layanan itu,  beliau senang berbagi informasi,  dan mengarahkan teman sejawatnya untuk menyiapkan proposal,  sebagaimana pernah dialaminya. Suasana dialogis pun terbangun, mengarah pada penyempurnaan proposal yang disiapkan oleh masing-masing dosen pegiat pengabdian. Menurut Kapus PKM, “kegiatan yang seperti inilah Rumah Pengabdian yang kami harapkan,  dan akan terus kami kembangkan aktivitasnya melalui himbauan kepada tiap prodi untuk memiliki minimal 1 (satu) jenis pengabdian core prodi masing-masing. Jika di UIN Bandung terdapat 49 prodi,  maka akan terkoleksi,  minimalnya 49 model pengabdian.

Sedangkan untuk penguatannya,  masing-masing pengelola pengadian,  diberi wahana untuk saling berbagi di “rumah pengabdian” yang akan diadakan pertemuannya secara berkala di LP2M.

Ketua LP2M, Dr. Husnul Qodim, mengkalkulasi “Jika UIN memiliki banyak ragam model pengabdian,  maka pihaknya akan semakin mudah untuk menawarkan kepada para calon mitra sponsorship. Sehingga LP2M dapat berperan sebagai pihak fasilitator dan penghubung kepada para calon sponsorship untuk bermitra dengan para kelompok pengabdi di UIN Bandung”.

Dr. Lia, pegiat pengabdian FST UIN SGD Bandung sebagai penerima bantuan ASTRA tahun berjalan, menyampaikan bimbingan dan pengalaman pengabdiannya

Pada kesempatan itu,  Dr. Lia mengakui bahwa “melalui kemitraan dengan sponsorship, diakuinya menjadi banyak pihak yang diuntungkan. Pengabdian yang merupakan panggilan kesadaran akademik pun menjadi terbantu oleh para pihak yang juga memiliki kepedulian pada peningkan pada kesejahteraan masyarakat” Mengomentari adanya layanan bimbingan ini, Dr. dr. Ambar selaku pengabdi dari Fakultas Psikologi merasa beruntung dengan adanya layanan bimbingan penyusunan proposal ini, karena ia memperoleh gambaran dari sejawat yang telah lebih dulu memperoleh bantuan. Senada dengan itu,  Dr. Neneng dari FTK, “Saya merasa optimis, akan bisa mengembangkan program pengabdian yang selama ini dirintis di Kab. Sumedang. Karena langkah-langkahnya sudah tergambar”. Dr. Heni Gustini juga mengakui, “Dengan adanya bimbingan proposal Pengabdian dirinya, merasa terbuka untuk memperluas jalinan kemitraan pengabdian yang selama ini ditekuninya, khususnya pada pemdampingan masyarakat marginal”, demikian tegasnya.

Pelayanan bimbingan penyusunan proposal pengabdian, Kamis, 12 Maret 2020

405total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *