UIN SGD BANDUNG BAGIKAN HAND SANITIZER PADA MASYARAKAT SEKITAR

Bandung. (23/3/2020) Sebanyak 100 L Hand sanitizer produk kemitraan antara Prodi Kimia,  Fak Saintek UIN SGD Bandung dengan Lazis Darul Hikam, diserahterimakan secara simbolik oleh Rektor UIN Bandung, Prof. Dr.  H. Mahmud,  M. Si kepada para Tokoh masyarakat di wilayah Bandung Timur, bertempat di Gd O Joharudin AR. Jl. AH Nasution 105 Bandung. Penyerahan didampingi oleh Warek II, Dr. Tedi Priatna M. Ag.; Dekan Saintek, Dr. Hasniah Aliyah,  M. Si.;  Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat,  Dr. Aep Kusnawan, M. Ag., serta jajaran prodi Kimia dan Mitra dari Lazis Baitul Hikam. Penyerahan Produk Hand Sanitizer kepada tokoh untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai wujud UIN Bandung Peduli.  

Rektor menyampaikan bahwa pada saat masyarakat sulit seperti ini, UIN Bandung terpanggil untuk peduli, “Saatnya UIN Bandung hadir di tengah masyarakat untuk memberi manfaat. Ketika masyarakat kesulitan memperoleh Hand Sanitizer, maka Lab Prodi Kimia Saintek UIN, tampil untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat” paparnya.

Pernyataan itu didukung oleh Warek 2 UIN Bandung, Dr. H. Tedi Priatna, M. Ag, “Kami mendorong potensi civitas UIN untuk semakin bermanfaat bagi masyarakat” jelasnya.

“Saatnya UIN Bandung hadir di tengah masyarakat untuk memberi manfaat. Ketika masyarakat kesulitan memperoleh Hand Sanitizer, maka Lab Prodi Kimia Saintek UIN, tampil untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat”

Di tempat terpisah Warek I,  Prof. Dr. Rosihon Anwar M.Ag juga menegaskan, “Pengabdian merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dimana Perguruan tinggi akan terasa keberadaannya oleh masyarakat, antara lain melalui pengabdian. Maka UIN Bandung berupaya untuk hadir di tengah masyarakat dengan mendayagunakan sumberdaya yang dimilikinya”. Paparnya.

Lebih lanjut Warek I mengungkap, “Dalam waktu dekat UIN Bandung akan kembali mendorong Lab Prodi Kimia untuk memproduksi 300 L hand sanitizer untuk dibagikan ke masyarakat”.

Pada kesempatan itu, Kapus PKM, Dr. H. Aep Kusnawan,  M. Ag, menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang melakukan inventarisasi potensi model pengabdian yang dimiliki UIN Bandung, “UIN memiliki 49 prodi yang memungkinkan jika 1 prodi memiliki 1 kekhasan model pengabdiannya, maka UIN memiliki sedikitnya 49 Model pengabdian,  yang potensial untuk  bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi,  kenyataannya tiap prodi memiliki lebih dari 1 model kekhasan pengabdian,  maka kiprah UIN dalam memberi manfaat ke masyarakat jadinpotensial makin berlipat” Tuturnya.

Sebagai salah satu contoh, diakuinya kini masyarakat sedang tertimpa wabah virus Covid 19,  mereka membutuhkan alat pencuci tangan yang sulit didapat di pasaran. UIN Bandung memiliki Prodi Kimia yang mampu memproduksi sendiri Hand sanitizer itu, maka saatnya Prodi Kimia tampil memberi manfaat.

Terkait hal itu, Dekan Saintek Dr. Hasniah Aliyah, M. Si, “Kini permintaan masyarakat pada hand sanitizer terus meningkat, karena produk serupa di pasaran sulit didapat” ungkapnya.

Lebih lanjut Kaprodi Kimia,  Dr Eko menjelaskan, “Proses pembuatan hand sanitizer ini sesungguhnya mudah, hanya perlu pengukuran dan pencampuran bahan yang tepat, namun karena bahan untuk pembuatannya kini semakin sulit didapat maka kami baru bisa memproduksi dalam jumlah terbatas” paparnya.

Kondisi tersebut dipaparkan oleh Ketua Lab Prodi Kimia, Dr. Ven, “Yang sulit kami peroleh saat ini adalah bahan Alkohol dan botol kemasan, semoga ada pihak bisa mempermudah suplai kepada kami untuk memenuhi permintaan masyarakat yang butuh bantuan”.imbuhnya. Untuk itu Kapus PKM, berharap, “Kepada para sponsorship, baik perusahaan swasta mapun pemerintah yang hendak berkonstribusi menebar peduli pada masyarakat, dapat bekerjasama untuk pengadaan bahan baku hand sanitizer,  yang nantinya dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan”.

17total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *